Jam Sekarang
Tanggal
Salam Sapa :
Status Admin :
User : Online Users

Kamis, 29 September 2011

0 Profil Marapu

07.58 Under From Unknown
[ 0 Comment]


Pada awalnya reggae merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika. Banyak yang bilang musik reggae menghembuskan nafas perdamaian, persatuan, dan kesetaraan umat manusia. Reggae juga merupakan salah satu bentuk perjuangan dan juga bentuk ungkapan jeritan kaum papa terhadap ketimpangan sosial dan ketidakadilan. Reggae juga bisa membuat siapapun yang menikmatinya berjoged ceria.

Jogjastock.com mencoba bertemu dengan salah satu personil band Marapu. Seperti yang sudah diketahui, Marapu merupakan salah satu band reggae di Jogja. Yanto, vokalis Marapu tentu mempunyai pandangan berbeda mengenai reggae. “Musik reggae di mata saya pribadi adalah sesuatu yang sudah menjadi bagian hidup saya”, ungkap Yanto kepada Jogjastock.com. Beberapa orang juga menganggap ‘orang reggae’ punya gaya hidup yang berbeda dengan orang biasa, “gaya hidup orang reggae sebenarnya tidak banyak berbeda dengan orang lain, cuma kembali ke individu masing-masing, ada yang bilang reggae lebih santai, bebas, sederhana, menurut saya gaya hidup tidak paten harus begini atau begitu”, tambah Yanto.

Sebagian besar orang menganggap orang reggae itu rambutnya gimbal. Yanto punya pendapat sendiri mengenai rambut gimbal, “reggae ga harus berambut gimbal, sebagian besar memang iya, tapi itu tidak mutlak, buktinya banyak musisi luar besarin musik reggae tapi musisi tersebut ga berambut gimbal, jadi bagi saya reggae cukup gimbal di hati, hahaha”. Memang reggae identik dengan gimbal, walau ga semua musisi reggae berambut gimbal.

Sumber jogjastock.com
Read More »

Senin, 26 September 2011

0 Profil Imanez

08.50 Under From Unknown
[ 0 Comment]
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUwDwbcwRUosZQsDKHoQ-uZPIy3kKoCRdPahYvkq1_iuEJ__q55oLuLggHQdZ5UH9tjN5AFftEI6eri3AOQbe34TW-20SHmLIUdp4hqirt6vxupRX8_Oxlj0Eosvn_EuhtBu9qI-RD0rU/s1600/im.jpeg

Abdul Firman Saad nama lengkap Imanez, meninggal 22 Juni 2004, persis di hari ulang tahunnya yang ke-36 di RS Kanker Dharmais. Ayah dari Vagna Diandra Putri ini, selain meninggalkan keluarganya, ia juga meninggalkan sejumlah kenangan manis, kenangan kreatif pada sahabat karibnya dan sejumlah seniman musik di tanah air.

"Iman adalah sosok yang kreatif, penuh energi, spontan dan tentu saja memberikan kontribusi cukup besar untuk karya teman-temannya," terang Oppie Andaresta, salah seorang karib almarhum. Oppie lebih jauh melihat dia sebagai sosok inspirator. "Dia salah satu musisi dengan multi talent. Buat kita, Imanez seperti Lenny Kravitz, yang bisa memainkan semua instrument musik”.
Di masa hidup pencipta sejumlah hits reggae Anak Pantai, Ikan Bakar, Sunset, Tequila Sunrise, Playboy, Tropical Rembulan dan Samalona ini, sangat dekat dengan Nyanya, sapaan sayang putri tunggalnya dan selalu memotivasinya dalam dunia seni dan pendidikan. Kini Nyanya, mulai menguasai instrumen gitar bass seperti ayahnya, dan tengah menuntut ilmu di Yogyakarta.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuhP-XJF6kBGrNiS_4yGEfynY8EOJ42JcnsyOAsDvZxTXWbyxzRXZN219rl7U7J9HLaRJDVWNB-LWQ_Rxnf-m3lAHAV-yX-2o71ESfGCQE9PTOLAV8xm4mhJv-ey9EszxVd2S_C9mQUaFa/s320/Imanez2-.jpg 

Dalam sejarahnya Imanez pernah membentuk grup Speedy Beetle dan Metalover itu, tercatat sebagai musisi yang mengemas musik reggae, bukan sekadar tempelan, baik aransemen maupun tema lagunya, sebagai bukti totalitas Imanez terhadap musik reggae. Bahkan Imanez bisa dibilang telah memberi warna dalam industri musik Indonesia serta menebar inspirasi pada remaja era 90-an.

Sayang, almarhum belum sempat melahirkan komunitas reggae. Tapi harus diakui, dia adalah inspirator bagi sejumlah musisi, terlebih mereka yang memilih reggae sebagai media ekspresinya saat ini, seperti Steven & Coconut Treez dan Tony Q & Rastafara.

Karir musikal Imanez memang sempat terhenti lama, setelah merilis album keduanya pada 1995. Tapi aktifitas musikalnya tetap eksis. Iman, panggilan sayangnya, sempat mencipta lagu untuk Paramitha Rusady dan Elsa Sigar. Seperti tak pernah kehabisan enerji kreatif, beberapa pekan sebelum wafat, ia telah merampungkan album ketiganya yang kemudian disodorkan kepada Bimbim dan mengajaknya untuk kerja sama. Sayang belum sempat terwujud, Imanez keburu berpulang ke Rahmatullah.

"Insya Allah, semua sahabat karib almarhum semasa hidupnya, akan memberikan dukungan pada album ke-3 tersebut," jelas Ivanka, bassist Slank. Menurutnya, beberapa dari musisi pendukung acara Berbagi Rasa Bersama itu, akan terlibat pula dalam penggarapan album ke-3 almarhum.

"Inilah cara kami, teman-taman Imanez, menghormati dia sebagai seorang teman musisi yang kreatif, berbakat dan menyenangkan. Kami mengambil spirit Imanez, ingin spirit seninya tetap hidup. A Tribute to Imanez adalah merayakan kehidupan itu sendiri. Semoga sampai saat ini, almarhum senantiasa berada disisi terdekat dari Sang Pencipta. Amien," imbuh Oppie yang akan tampil bersama Krisdayanti, Syaharani, Melanie Soebono, Kaka, Tony Q, Iwa K, Ipang, Giri, Steven & Coconut Treez, Otto Jam, Pulau Biru Jammin, Bongky, Anda, Abdee, Ridho, Bonita, Bimbim, Njet, Indra Q dan lainnya di Hard Rock Café Jakarta, pada 21 Juni 2006.

Sumber invisionfree.com
Read More »

Minggu, 25 September 2011

0 Profil Cozy Republic

09.58 Under From Unknown
[ 0 Comment]
http://mp3indo.net63.net/wp-content/uploads/2008/12/cozy-republic-republik-uye.jpg

Pada tahun 2006 dengan menjadi salah satu band yang mengisi kompilasi Music Factory bentukan Kentucky Fried Chicken dengan single Bisa Setia (Double Platinum) menjadi awal terbentuknya Cozy Republic. Pada tahun 2008 dibawah  label Green Labs di produseri Ivanka Slank, Cozy Republic merilis album pertama dengan judul Republic Uye.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6LXhBt1j9Pij-7FSWDlDOy8q2xNVjfJ-q5CHEMHeWOZ32tkRTmgJhGW4qZ67gM-bJY3iqojZx5aBvkZqBdoKYQFbu5IsVOcLfxsS6wibQU7Hv6mZgmzH4BuCctlOjFJDo9j_V8ZE0cAq0/s1600/38323_418148548709_723268709_4740338_4843691_n.jpg

Dengan formasi Cozy Bastian (Vocal, Lead Guitar), Edmond (Keyboard, Backing Vocal), Gannes (Drum), Renold (Guitar, Backing Vocal), Fany (Bass, Backing Vocal), dan Adi (Perkusi, Backing Vocal).
Di tahun 2010 Cozy Republic kembali menggeliat dan merilis album baru bertitle Cinta 17an. Dengan format band yang baru yang ditandai dengan masuknya Indha (Keyboard), dan Rival (additional bass) untuk melengkapi barisan Cozy Bastian (vokal), Reynold (gitar), dan Luthfi (drum).

Untuk dapat mengetahui info-info terbaru tentang Cozy Republic silakan kunjungi Facebook Cozy Republic, dan Reverbnation Cozy Republic. Atau jika Anda ingin mengetahui karya-karya yang telah Cozy Republic ciptakan dan rilis silakan unduh beberapa karya mereka di Cozy Republic 4shared.

Website Cozy Republik :
 
Read More »

Jumat, 23 September 2011

1 Profil Shaggy Dog

08.01 Under From Unknown
[ 1 Comment]

Shaggydog adalah sebuah band yang terbentuk di Sayidan-sebuah kampung dipinggir sungai di tengah kota Jogja-yang nyaman dan damai. Pada Tanggal 1 Juni 1997, band yang beranggotakan Heru, Richard, Raymond, Bandizt, Lilik & Yoyo’ ini sepakat untuk menyebut musik yang mereka mainkan sebagai “Doggy Stylee” ; perpaduan antara beberapa unsur musik seperti ska, reggae, jazz, swing dan rock n’ roll, bahkan sampai rock yang di-mix secara special oleh 6 orang bartender ini.
Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Bob Marley, Song Beach Dub Allstars merupakan sebagian kecil dari band-band yang meng-influence Shaggydog. Yang lain? Pahit manis hidup adalah inspirasi mereka.
Waktu pun berlalu, show demi show mereka jalani. Pada tahun 1999 album shaggydog yang pertama diliris. Dengan label Doggy House (management Shaggydog), Album yang diberi title “SHAGGYDOG” ini membuahkan hasil yang diluar dugaan. 20.000 copy habis terjual. Jumlah yang cukup besar untuk sebuah band indie. Semenjak itu Shaggydog pun mulai show di daerah-daerah seputar Nusantara…dari Jawa sampai ke Lombok..sampai-sampai mereka rela meninggalkan bangku kuliah.
Dua tahun setelah itu, tepatnya tahun 2001, album kedua yang bertitel “BERSAMA” diliris. Kalau kalian tahu, album ini benar-benar diliris dengan cucuran keringat dan air mata. Motor sang manager pun tergadaikan. Bukan itu saja, rekaman yang berlangsung di Bandung ini sampai memaksa mereka untuk ngamen di kawasan Dago karena kehabisan duit…What a life Man..!!
Tahun 2003 merupakan “Lucky Year” buat Shaggydog. Dimulai New Year Party di UPN Jogja, sekitar 20.000 doggiez tumplek..blek berdansa bersama Shaggydog. Bulan Maret, Mei Shaggydog menjalani Tour 8 Kota (Semarang, Solo, Tegal, Salatiga, Purwokerto, Pekalongan, Jogja, Magelang). Dari banyaknya show, basic massa yang fanatik, musik yang ceria dan lirik yang nakal dalah beberapa diantara faktor kesuksesan Shaggydog. Dengan berbekal materi yang cukup matang, Shaggydog mengajak EMI Indonesia untuk melakukan kolaborasi agar musik yang dihasilkan Shaggydog dapat tersebar lebih luas. Kolaborasi ini akhirnya menghasilkan album ketiga Shaggydog dengan titel “HOT DOGZ”. Kalau kalian pasang telinga lebar2 selebar kuping gajah…pasti syaraf urat kalian tidak sabar untuk segera mengikuti irama lagu-lagu Shaggydog di album ini.
Lagu-lagu Shaggydog tidak hanya tersebar di Indonesia, tahun 2003 sebuah perusahaan rekaman di Jepang meminta salah satu lagu Shaggydog untuk ikut kompilasi album “ASIAN SKA FOUNDATION” yang berisi band-band ska se-Asia. Sayangnya cuma beredar di Jepang. Lagu “Second Girl” yang diikutkan Shaggydog dalam kompilasi ini.
Perjalanan panjang dan berbagai hambatan yang telah menyertai karir Shaggydog selama ini telah membulatkan tekad para personil Shaggydog untuk lebih mempertajam taring mereka (kaya macan yaa) di industri musik Indonesia. Dengan kemampuan musikalitas yang semakin berkembang menunjukkan kalau tidak hanya berharap bisa diterima oleh penikmat musik di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia sekaligus akan membuat persaingan pada industri musik semakin panas.

Personel:
Nama: Heru Wahyono (Heru)
Ttl: Denpasar
Posisi: vokal

Nama: Richard Bernado (Richard)
Ttl: Yogyakarta
Posisi: gitar

Nama: Raymondus Anton Bramantoro (Raymond)
Ttl: Yogyakarta
Posisi: gitar

Nama: Aloysius Oddisey Sanco (Bandis)
Ttl: Yogyakarta
Posisi: bass

Nama: Lilik Sugiyarto (Lilik)
Ttl: Yogyakarta
Posisi: keyboard

Nama: Yustinus Satria Hendrawan (Yoyok)
Ttl: Yogyakarta
Posisi: drum
Read More »

Rabu, 21 September 2011

0 Profil Boys N Roots

07.55 Under From Unknown
[ 0 Comment]
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgLxDtlcjw7ftONt3PWBJ90Ic3rQZKQpbBG7zqPnve67EYR6_hBl0iPggLsZkmpOdT2HJC6irBzW_ml5xPqoOuF7sThWKB_JfF9J2eQZEsnSTWkZLQCfZ9RPpNezCvvkExZoa8R8hSHYY/s1600/boys_n_root-20100730-010-anto.jpg
Satu lagi grup band yang mengusung genre reggae hadir. Kali ini ada band bernama Boys n Roots.

Namanya memang masih asing di telinga kalangan penikmat musik Indonesia. Rabu (6/10/2010) siang, mereka pun resmi meluncukan grup band baru ini di Hard Rock Cafe, Ex Jakarta.

Siapa sajakah yang terlibat di sana? Mereka adalah ketujuh anak muda yang berkeinginan untuk membangkitkan genre musik reggae di Indonesia. Ada Joe (vokal), Donny (bass), Mario (gitar), Imul (gitar), Hendrik (drum), Iir (perkusi), dan Defta (keyboard).

Mereka bertujuh bertemu di Bandung, dimana saat itu sedang ada sebuah pagelaran musik di Kota Bandung. Uniknya awal pertemuan mereka juga tidak lepas dari peran salah satu crew band group kawakan di Indonesia, yaitu Slank.

Awalnya mereka hanya bermain dari cafe ke cafe yang ada di Kota Bandung. Namun, ada yang unik pada penamaan band ini menjadi Boys n Roots. Dahulu nama band mereka sempat berganti-ganti, mulai dari Little G, lalu menjadi Sakai Roots.

Lalu hadirlah seorang executive producer, bernama Boy Nurmawan atau akrab disapa 'Bang Boy'. Karena ia tertarik melihat performance grup band ini, ia langsung mendirikan sebuah perusahaan rekaman sendiri, dimana grup band Sakai Roots inipun namanya diganti menjadi Boys n Roots.

Bang Boy, yang turut hadir siang ini bersama grup band Boys n Roots, juga hadir bersama Ringgo Agus Rahman sebagai model video klip mereka. Lalu ada juga Andi /RIF yang turut datang ke acara ini, sembari berduet membawakan lagu bersama grup band Boys n Roots.

Ringgo sendiri mengatakan bahwa ia mensupport anak-anak Boys n Roots. "Zaman sekarang, semua genre itu bisa diterima di musik Indonesia. Termasuk Reggae juga bisa diterima oleh Indonesia. Justru Reggae itu unik," jelas Ringgo.

Nama Boys n Roots memiliki makna tersendiri, yaitu 'sekelompok anak muda yang mempunyai akar yang kuat'. Lagu-lagu mereka mengusung genre reggae easy listening, seperti lagu andalan mereka yang berjudul 'Ngaku-Ngaku'.

Pada saatnya mereka akan merilis album ke pasaran yang berjudul 'Sakai Vibration'. Lagunya tidak jauh dari tema cinta dan kesetiaan.

Sumber www.tribunnews.com
Read More »

Senin, 19 September 2011

0 Profil Beach Party

11.30 Under From Unknown
[ 0 Comment]
Melihat anak-anak muda jaman sekarang yang mudah terpengaruh dengan jaman moderenisasi sampai gengsi untuk menunjukan keragaman budaya sendiri tapi tidak untuk Beach Party. Berdiri pada 15 maret 2007, dengan filosofi menciptakan suasana seperti di pantai pada setiap perform dan setiap mendengarkan musik mereka. Beach Party bukan hanya ingin meramaikan musik reggae di blantika musik indonesia tetapi memberi warna baru pada musik reggae, yaitu reggae etnik ala indonesia. Suatu kolaborasi yang unik tentunya.
Band yang berasal dari Ciledug, Tangerang ini mempunyai formasi Lili/G-Cay (vokal dan gitar ritmis), Rina (vokal), Faisal/Ambon (gitar melodi), Arie/Shinyo (bass), Rizky/Cekik (keyboard), Anton (perkusi) dan Akbar/Ibenk. Walau belum memeliki album tapi Beach Party telah melahirkan beberapa lagu diantaranya Bendera Kemenangan, Indonesia 1, Just For You, Rastaman, dan We Love Indonesia. Salah satu lagunya yang kental dengan nilai tradisional adalah lagu berjudul “Indonesia 1″.  Mereka mengeksplor musik reggae menggunakan 4 bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Sunda dan Jawa. 
Beach Party - Bendera Kemenangan.mp3 [Download]
Beach Party - Indonesia 1.mp3  [Download]
Beach Party - Just For You.mp3  [Download]
Beach Party - Rastaman.mp3  [Download]
Beach Party - We Love Indonesia.mp3  [Download]
Read More »